Wednesday, December 25, 2013

Klasifikasi Makhluk Hidup


A.   Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
  • Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis agar mudah dikenal.
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  • Mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.
B.   Urutan Tingkat Takson dalam Klasifikasi
Pengelompokkan dilakukan dari tingkatan yang paling rendah yaitu spesies sampai yang paling tinggi yaitu kingdom.
  • Species (jenis)
  • Genus (marga)
  • Famili (suku)
  • Ordo (bangsa)
  • Clasis (kelas)
  • Phylum(filum) atau Divisio (divisi)
  • Kingdom (kerajaan)
C.   Perkembangan Sistem Klasifikasi
Beberapa sistem klasifikasi yang sudah dikembangkan para ilmuwan Biologi antara lain :

Sistem dua kingdom, dicetuskan oleh Aristoteles (384 SM – 322 SM)
1) Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan)
  • Mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa
  • Berklofofil
  • Mampu menghasilkan makanan sendiri (autotrof) dengan berfotosintesis.
2) Kingdom Animalia (kerajaan hewan)
  • Tidak berdinding sel
  • Tidak berklorofil
  • Dapat bergerak bebas
  • Tidak mampu membuat makanan sendiri (heterotrof)
Sistem tiga kingdom, dikemukakan oleh Ernest Haekel pada tahun 1866.
1) Kingdom Protista
  • Tubuh tersusun atas satu sel (uniseluler), atau banyak sel tetapi sel-sel tersebut sederhana dan tidak membentuk jaringan.
  • Sel bersifat eukariotik
2) Kingdom Plantae
3) Kingdom Animalia

Sistem empat kingdom, dikemukakan oleh Herbert  F Copeland pada tahun 1938
1) Kingdom Monera
  • Tidak memiliki membrane inti (Prokariot)
2) Kingdom Protista
3) Kingdom Plantae
4)Kindom Aniimalia

Sistem lima kingdom, dikembangkan oleh Robert H. Whitaker pada tahun 1969.
1) Kingdom Monera
2) Kingdom Protista
3) Kingdom Fungi
  • Bersifat heterotrof, berbeda dengan Plantae sehingga dipisahkan tersendiri.
4) Kingdom Plantae
5) Kingdom Aniimalia

Sistem enam kingdom, dikemukakan oleh Woese tahun 1977
1) Kingdom Eubacteria
  • Dinding sel mengandung peptidoglikan.
2) Kingdom Archaebacteria
  • Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan.
3) Protista
4) Kingdom Fungi
5) Kingdom Plantae
6) Kingdom Aniimalia

D.   Identifikasi Makhluk Hidup
Identifikasi adalah menentukan persamaan dan perbedaan antara dua organisme, kemudian menentukan apakah keduanya sama atau tidak, baru kemudian memberi nama dan ditempatkan dalam sistem klasifikasi.

Identifikasi mencakup dua kegiatan :
1) Klasifikasi
2) Tata nama

E.   Kunci Determinasi
Kunci determinasi (kunci identifikasi) pertamakali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus.

Kunci determinasi adalah daftar ciri-ciri organisme  yang dipergunakan dalam mengklasifikasikan organisme. 

Daftar ciri-ciri tersebut selalu berpasang-pasangan sehingga disebut kunci dikotomi.

Langkah-langkah membuat kunci dikotomi :
1) Kelompokkan seluruh organisme yang akan diidentifikasi
2) Gunakan ciri umum untuk identifikasi organisme tersebut
3) Gunakan ciri atau struktur yang lebih khusus sehingga organisme dapat dikelompokkan 
    kedalam yang lebih kecil
4) Kegiatan pengelompokkan dilanjutkan sampai tingkat takson yang diinginkan.

Soal dan jawaban Struktur dan Fungsi Sel Kelas XI IPA

Ulangan Harian 1


A     Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.
1.    Penemu sel pertama kali adalah ….
ü  a. Antonie von Leeuwenhoek
b.   Robert Hooke
c.    Mathias J. Schleiden
d.  eodor Schwann
e.    Felix Dujardin
2.    Orang  yang  memublikasikan  pernyataan
omnis cellula cellula adalah ….
a.    Antonie von Leeuwenhoek
b.   Robert Hooke
ü  c.       Rudolf Virchow
d.        eodor Schwann
e.    Felix Dujardin
3.    Komponen utama protoplasma adalah ….
ü  a. air
b.   protein
c.    karbohidrat
d.   lemak
e.    mineral
4.    Sel prokariotik memiliki ciri yakni ….
a.    tidak bermembran sel
b.   tidak berendomembran dan membran
nukleus
c.    tidak memiliki retikulum
d.   tidak memiliki mitokondria
ü  e.          tidak bermembran
5.    Zat semi cair yang terdapat dalam sitoplas-
ma dinamakan ….
ü  sitosol
b.   fosfolipid ganda
c.    protein intergal
d.   protein perifer
e.    karioteka
6.    Salah satu fungsi sitoplasma adalah ….
a.    menyeleksi zat-zat yang masuk dan ke-
luar sel
ü  b.   pengendali metabolisme
c.    penyimpan informasi genetik
d.   pembentuk membran sel
e.    memproduksi antibodi


7.    Berikut  yang  bukan  organel  sel  adalah
….
ü   membran sel
b.   ribosom
c.     nukleus
       d.   mesosom
e.     mitokondria
8.    Organel sel yang bertanggung jawab pada
proses respirasi adalah ….
a.    inti sel
b.   ribosom
ü  c.        mitokondria
d.   retikulum
e.     sentriol
9.    Tempat pembentukan RNA ribosom berada
pada ….
a.         ribosom
b.   karioteka
ü anak inti
d.   nukleoplasma
e.     retikulum endoplasma
10. Organel sel yang ditemukan pada sel hewan
dan tumbuhan adalah ….
a.    dinding sel
ü  ribosom
c.     plastida
d.   lisosom
e.     vakuola kontraktil
11. Pencernaan intraseluler dilakukan oleh ….
ü  lisosom
b.   mesosom
c.     autosom
d.   fagosom
e.     vakuola non kontraktil
12.  Peristiwa glikolasi terjadi di dalam organel 
       ….

ü  aparatus Golgi
b.   mitokondria
c.     lisosom
d.   ribosom
e.     vakuola






13. Fagositosis berperan pada makhluk hidup
uniselluler misalnya ….
ü  Amoeba
b. mammalia
c. aves
d. Paramaecium
e. cacing

14. Membran dalam mitokondria memiliki
lapisan berlekuk-lekuk bernama krista.
Fungsi krista adalah ….
a. pengontrol siklus asam sitrat
b. penghancur zat-zat yang tak berguna
ü  memperluas permukaan dalam respirasi
d. menjaga sel agar bentuknya stabil
e. membantu sel dalam melakukan pergerakan

15. Suatu organel yang dibungkus dengan
peroksisom dan glioksisom adalah ….
ü  badan mikro
b. sentriol
c. vakuola
d. dinding sel
e. kloroplas

16. Dinding sel tumbuhan dapat mengalami
proses lignifi kasi. Proses lignify kasi merupakan proses ….
a. pengangkutan zat-zat dan garam mineral
b. pembuangan zat-zat yang tidak berguna
    dalam sel
c. penguatan jaringan tubuh
ü d. penebalan zat kayu pada selulosa
e. respirasi sel
17. Transpor membran yang tergolong transpor
pasif adalah ….
ü  pinositosis
b.osmosis
c. fagositosis
d. eksositosis
e. endositosis

18. Berikut yang bukan termasuk faktor yang
memengaruhi proses difusi adalah ….
a. konsentrasi zat
b. ukuran zat
c. suhu
ü  d. tempat terjadinya difusi
e. wujud zat

19. Osmosis merupakan perpindahan zat pelarut
berkonsentrasi tinggi menuju zat pelarut
berkonsentrasi rendah, melalui membran
yang bersifat ….
a. permeabel
ü  selektif permeabel
c. tembus pandang
d. tipis
e. bisa dikontrol

20. Fungsi transpor aktif yang utama bagi sel
adalah ….
a. memperoleh zat-zat yang dibutuhkan
sel dan mengeluarkan zat sisa
b. membentuk dinding sel
c. membunuh kuman-kuman yang masuk
ke dalam sel
d. membentuk jaringan yang rusak
ü  e. mempertahankan konsentrasi molekul
                kecil dalam sel dengan lingkungannya

Definisi Sistem Transpor pada Sel


a. Sistem transpor membran
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Membran Plasma
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Sel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.
Sel Prokaryotik
Sedangkan sel eukariotik, eu berarti “sebenarnya”dan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus.
Sel Eukaryotik
Perbedaan Sel Eukariot dan Prokariot
1.       Eukariot mempunyai real nucleus krn materi inti dilingkupi oleh membran inti, sedang prokariot tidak mempunyai inti yang sebenarnya, materi inti tersebar dlm sitoplasma krn tdk mempunyai membran inti.
2.      Eukariot memiliki DNA yang lebih kompleks, lebih banyak mengandung pasangan basa nukleotida, sehingga harus digulung pada protein histon (ada histonnya), sedang Prokariot memiliki DNA yang lebih sederhana, lebih sedikit mengandung pasangan basa nukleotida, berbentuk sirkuler.
3.      Eukariot memiliki kromosom > 1, sedang Prokariot hanya memiliki kromosom tunggal.
4.      Eukariot memiliki intron dan ekson, sedang Prokariot tidak memiliki intron, hanya ekson.
5.       Eukariot tidak memiliki operon, prokariot ada operon.
6.      Pada Eukariot transkripsi terjadi di inti dan translasi terjadi di sitoplasma. Keduanya tidak dapat dilakukan secara bersamaan, sedang pada Prokariot transkripsi dan translasi dapat terjadi secara simultan.
7.       Pada Eukariot transkripsi lebih rumit dikarenakan akses RNA polymerase terhadap DNA lebih lamah akibat DNA dikemas secara kompak dengan protein histon, sedang pada Prokariot transkripsi terjadi lebih sederhana.
8.      Pada Eukariot regulasi sintesis proteinnya lebih kompleks, sedang pada Prokariot regulasi sintesis protein lebih sederhana.
Klik Penjelasan  mengenai sel
b. Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
c. Difusi
Difusi Adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara
d. Osmosis
Adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.
e. Transport Lintas Membran
Proses transport melalui membran terjadi melalui 2 mekanisme, yaitu transport aktif dan transport pasif. Transport pasif terjadi tanpa memerlukan energi sedangkan transport aktif memerlukan energi.
Yang termasuk transport pasif adalah :
a. difusi sederhana,
b. transport dengan fasilitas,
c. transport lewat ion channel.
f. Difusi_Terfasilitas
Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai perbedaan dengan difusi sederhana yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini mempunyai kecepatan transport maksimum (Vmax). Suatu bahan yang akan ditransport lewat cara ini akan terikat lebih dahulu dengan carrier protein yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel tertentu untuk membawa ikatan ini ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi menjadi maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana hal ini tidak terjadi, makin banyak bahan kecepatan transport bahan maakin meningkat tanpa batas.
e. Transport­_Ion­­_Channel
Transport lewat ion channel khusus bagi ion-ion yang sulit ditransport secara difusi akibat muatan listriknya. Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membran sel dan melalui ikatan channel dengan hormon atau neurotransmitter.

Transport Passif dan Aktif
f. Transpor aktif
Merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore
Transport aktif terbagi atas transport aktif primer dan sekunder. Transport aktif sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter transport (exchange).
Transport aktif primer memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel sedang 2 K akan dipompa kedalam sel. Pada Ca pump, ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi Ca dalam sel rendah.


Carrier Ionophore
g. Transport sekunder co-transport
Pada transport sekunder co-transport , glukosa atau asam amino akan ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinya lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditransport secara transport aktif sekunder co-transport
h. Transport sekunder counter-transport

Pada proses counter transport/exchange, masuknya ion Na ke dalam sel akan menyebabkan bahan lain ditransport keluar. Misalnya pada Na-Ca exchange dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, 3 ion Na akan ditransport kedalam sel untuk setiap 1 ion Ca yang ditransport keluar sel, hal ini untuk menjaga kadar Ca intrasel, khususnya pada otot jantung sehingga berperan pada kontraktiitas jantung. Na-H exchange terutama berperan mengatur konsentrasi ion Na dan Hidrogen dalam tubulus proksimal ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel.